XI Terbaik Euro 2020 Dimulai Dengan Formasi 4-3-3, Tanpa Cristiano Ronaldo – OkeGoal

OkeGoal –

starting XI terbaik Euro 2020. Italia sebagai juara mendominasi tim terbaik Euro 2020. Kemudian, ada dua pemain asal Denmark yang tampil mengejutkan untuk lolos ke semifinal. Italia menjadi juara Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris pada laga pamungkas yang digelar di Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu, Italia menang lewat adu penalti.

Bagi Italia, ini adalah gelar kedua mereka dalam sejarah Euro. Sedangkan jika ditambah gelar Piala Dunia, maka Italia memiliki enam trofi utama. Kesuksesan Italia tak lepas dari performa brilian sejumlah pemain kuncinya.

Padahal, di starting XI terbaik Euro 2020, ada enam pemain Italia yang masuk. Siapa mereka?

Kiper: Gianluigi Donnarumma

Donnarumma bukanlah penjaga gawang dengan kebobolan gol paling sedikit. Sepanjang Euro 2020, ada empat gol ke gawang Donnarumma.

Tapi, lebih dari itu, Donnarumma adalah pemain yang sangat krusial bagi Italia. Donnarumma dua kali menjadi bintang dalam adu penalti, termasuk di final saat menyelamatkan penalti dari Jadon Sancho dan Bukayo Saka. Donnarumma juga memenangkan penghargaan Pemain Terbaik UEFA Euro 2020. Donnarumma adalah penjaga gawang pertama yang memenangkan gelar ini dan dia memenangkannya pada usia 22 tahun.

Bek Kanan: Joakim Maehle

Atalanta memboyong Joakim Maehle berturut-turut pada Januari 2021. Pasalnya, jika mereka membeli pemain berusia 24 tahun pada awal musim 2021/2022, harganya akan naik signifikan usai tampil gemilang di Euro 2020. Joakim Maehle menjadi bagian dari Kisah heroik Denmark di Euro 2020. Mantan pemain Genk ini bisa bermain sebagai bek sayap kanan dan kiri. Maehle mencetak dua gol dan satu assist. Penampilan luar biasa dari Maehle.

Bek tengah: Leonardo Bonucci

Tidak ada keraguan bahwa Bonucci adalah bek tengah yang brilian di Euro 2020. Penampilannya sangat solid sejak babak penyisihan grup, di mana Italia tidak kebobolan satu gol pun. Laga final menjadi panggung bagi Bonucci. Pemain Juventus itu sangat tenang, bahkan ketika Italia tertinggal sejak menit ke-2. Bonucci kemudian juga mencetak satu gol yang membuat skor menjadi 1-1. Bonucci adalah Bintang Final Pertandingan Euro 2020.

Bek tengah: Giorgio Chiellini

Memilih Bonucci tapi meninggalkan Chiellini? Mustahil. Duo ini terbukti sangat solid saat sedang dalam performa terbaiknya. Meski tak lagi muda, Chiellini tak perlu diragukan lagi. Di laga final, Chiellini membuat Harry Kane tak mencatatkan satu pun tembakan. Lalu, yang paling krusial, saat ia melakukan teknik ‘kotor’ dengan menarik baju Bukayo Saka agar Italia terhindar dari serangan balik di menit-menit akhir. Chiellini juga hanya mendapat kartu kuning sejak saat itu.

Bek Kiri: Leonardo Spinazzola

Memang ada Luke Shaw yang tampil apik di posisi bek kiri. Tapi, jangan lupakan Spinazzola karena dia tidak tampil di semifinal dan final. Spinazzola benar-benar membuat perbedaan bagi Italia di Euro 2020. Pemain AS Roma itu tampil sangat impresif dari babak penyisihan grup hingga perempat final. Kemudian, dia terluka. Spinazzola dua kali menerima gelar Bintang Pertandingan dari UEFA di Euro 2020.

Gelandang: Pierre-Emile Hojbjerg

Denmark memberikan kejutan besar di Euro 2020. Keberhasilan mereka melaju ke semifinal tentu saja tak lepas dari peran Hojbjerg yang sangat vital di lini tengah. Hojbjerg selalu dikenal sebagai bek. Tapi, di Euro 2020, Hojbjerg bisa mengisi kekosongan di lini tengah Denmark setelah ditinggalkan Christian Eriksen. Hojbjerg memiliki kontribusi menyerang yang baik. Hojbjerg membuat tiga assist, menciptakan . . . . . . 11 peluang, dan 10 dribel. Hojbjerg juga memenangkan 51 kepemilikan.

Gelandang: Jorginho

2021 akan menjadi tahun yang indah bagi Jorginho. Pasalnya, pemain berusia 29 tahun itu resmi menjadi ‘Raja Eropa’. Setelah menjuarai Liga Champions bersama Chelsea, Jorginho kemudian menjadi juara Euro 2020. Emerson Palmieri pun melakukan hal yang sama. Bedanya, Jorginho menjadi pemain inti dalam dua kesuksesan tersebut. Mungkin, Maurizio Sarri benar, Jorginho bisa bersaing memperebutkan gelar Ballon d’Or.

Gelandang: Pedri

UEFA memilih Pedri sebagai Pemain Muda Terbaik Euro 2020. Gelar tersebut cukup membuktikan betapa hebatnya pemain Barcelona tersebut. Tidak cukup? Pedri masih berusia 18 tahun dan selalu menjadi starting XI Spanyol di Euro 2020. Menit yang dimainkannya sudah mencapai 629. Akurasi umpan Pedri juga sangat bagus, 92 persen. Pedro adalah bagian dari masa depan sepakbola Spanyol.

Pemain sayap Kanan: Federico Chiesa

Chiesa awalnya hanya menjadi opsi kedua bagi Mancini. Namun, sejak fase knockout, Chiesa tampil sangat impresif. Chiesa mampu mencetak dua gol untuk Italia di Euro 2020, melawan Spanyol dan Austria. Chiesa memiliki semua keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pemain sayap papan atas. Pemain berusia 23 tahun itu sangat cepat, dribel bagus, etos kerja bagus, kemampuan bermain sebagai tim, dan determinasi hebat.

Striker Tengah: Patrik Schick

Schick berada di level yang sama dengan Cristiano Ronaldo dalam hal mencetak gol. Schick mampu mencetak lima gol. Namun karena tidak membuat assist dan menit bermain lebih banyak, Schick tidak mendapatkan gelar top skorer. Schick tampil luar biasa di Euro 2020. Ia membawa Rep Ceko lolos ke perempat final. Dari lima pertandingan yang dimainkan, Schick hanya gagal mencetak gol ke gawang Inggris. Schick juga mencetak gol fenomenal dalam duel melawan Skotlandia.

Pemain sayap Kiri: Raheem Sterling

Sterling bisa dianggap melakoni duel melawan Denmark. Tapi, terlepas dari momen itu, Sterling tampil sangat baik di Euro 2020 secara keseluruhan. Sterling menjadi pemain yang tak tergantikan di timnas Inggris. Sterling bekerja sangat keras dan sering menjadi pembeda. Di Euro 2020, Sterling bisa mencetak tiga gol dan satu assist. Sebuah kinerja yang solid dari 26 tahun.

Jangan Lupakan Mereka!

Kesebelas pemain di atas tampil sangat baik di Euro 2020 dan layak masuk dalam starting XI terbaik. Tapi, bukan berarti performa pemain lain buruk. Ada banyak pemain yang juga tampil fenomenal di Euro 2020. Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, dan Luke Shaw tampil sangat baik untuk timnas Inggris. Begitu juga dengan Jordan Pickford. Mereka hanya kebobolan dua gol dan tidak ada yang datang dari permainan terbuka.

Vladimir Coufal dan Tomas Soucek juga tampil baik untuk Rep Ceko dan mampu lolos ke perempat final. Lalu, ada Simon Kjaer yang tak hanya jago secara teknik tapi juga menjadi pemimpin timnas Denmark. Rekan Kjaer, Mikkel Damsgaard, juga patut diapresiasi lebih. Harry Kane, Marco Verratti, Emil Forsberg dan Karim Benzema juga bermain sangat baik. Satu hal lagi, gelar top skorer yang diraih Cristiano Ronaldo menjadi bukti bahwa ia bukan pemain kaleng.