Terungkap Mengapa Pavel Memecat Sarri dan Allegri dari Juventus | Berita Sepak Bola 2021 OkeGoal.Com – OkeGoal

OkeGoal –


Legenda dan wakil presiden Juventus, Pavel Nedved, kini berbicara banyak tentang apa yang terjadi di dalam klub.

Termasuk keputusan memecat dua pelatih sebelum Andrea Pirlo, Massimiliano Allegri dan Maurizio Sarri.

Allegri bergabung dengan Juventus pada 2014 sebagai pengganti Antonio Conte.

Pria yang kini berusia 53 tahun ini telah melatih Bianconeri selama lima musim dan telah mempersembahkan total 11 gelar dari berbagai kompetisi.

Torehan tersebut juga belum termasuk keberhasilan Allegri membawa Juventus dua kali ke final Liga Champions.

Tak pelak, dia pantas dianggap sebagai pelatih tersukses dalam sejarah Bianconeri. Sayangnya, Allegri tak bisa bertahan lama.

Sebelum musim 2018/19 berakhir, ia pun sempat mengumumkan akan segera berpisah dengan Juventus. Padahal sudah banyak dugaan yang menyebutkan dirinya dipecat oleh manajemen klub.

Alasan Juventus memecat Sarri

Setelah Allegri hengkang, Juventus akhirnya menunjuk Maurizio Sarri sebagai pelatih baru mereka.

Pencetus ‘Sarriball’ telah dihajar kritik selama hampir satu musim penuh, namun juga masih mampu mengantarkan Juventus menjuarai Serie A.

Sayangnya, kekalahan di tangan Olympique Lyon di Liga Champions membuat Sarri kehilangan pekerjaan.

Manajemen mendepaknya dan menggantinya dengan Pirlo yang masih hijau di dunia kepelatihan.

Setelah hampir setahun berlalu, Nedved akhirnya angkat bicara membahas keputusan berpisah dengan kedua nakhoda itu.

Bagi Sarri, ia sempat menjelaskan bahwa ada kondisi yang akhirnya membuat kedua belah pihak tidak bisa melanjutkan perjalanannya.

“Sarri adalah seorang profesional yang hebat, pelatih yang luar biasa. Kami baik-baik saja, tetapi ada kondisi yang tidak memungkinkan kami untuk bersama. “Ini adalah keputusan bersama,” kata Nedved DAZN.

Tentang Allegri dan Conte

Juventus kini juga telah kehilangan salah satu pelatih terbaiknya saat Allegri memutuskan mundur.

Namun Nedved mengatakan, pihaknya tidak menyesali kepergian pria yang juga pernah melatih AC Milan itu.

“Kami menjalani tahun-tahun yang fantastis bersama Allegri. Dia membuat sejarah di Juventus dan kami berpisah secara alami. Tidak ada penyesalan, “lanjutnya.

Juventus telah mendominasi Italia selama hampir satu dekade, dimulai dengan Antonio Conte menjadi pelatih klub.

Kini, Conte tengah berkutat untuk mendapatkan trofi Serie A pertamanya bersama Inter, yang notabene rival sengit Juventus.

“Saya tidak punya pesan untuk Conte. Dia membawa Inter ke jalur kemenangan dan tahu caranya. Persaingan ada dan akan selalu demikian, tetapi dalam persahabatan. Dia 10 poin di atas Juventus dan memiliki kewajiban untuk menang, ”pungkasnya.

.