Ternyata inilah alasan Cavani ingin hengkang dari MU | Berita Sepak Bola 2021 OkeGoal.Com – OkeGoal

OkeGoal –


Edinson Cavani dianggap akan pergi Manchester United di akhir musim. Kontraknya akan habis pada akhir musim, plus ada alasan lain eks bintang Paris Saint-Germain itu tak bertahan.

Edinson Cavani didatangkan oleh Manchester United setelah kontraknya habis di PSG dengan status bebas transfer pada musim panas 2020. Sejumlah pihak meragukan apakah Cavani bisa menampilkan aura bintang di lapangan bersama pasukan Ole Gunnar Solskjaer.

Namun segala keraguan itu terjawab dengan performa apiknya, Cavani selalu mendapat pujian atas sikapnya di dalam dan luar lapangan. Gol-gol penting dicetak dan sering membantu lini tengah membangun serangan. Cavani telah mencetak total enam gol dalam 18 pertandingan Liga Inggris dan pengalamannya sangat berharga bagi Man United dan terbukti sangat berpengaruh pada pemain muda seperti Marcus Rashford dan Mason Greenwood.

Meski tampil gemilang, Cavani tetap bukan pilihan utama di skuat Man United. Pasalnya Solskjaer lebih memilih memainkan Anthony Martial sebagai ujung tombak timnya. Manchester United tidak keberatan memperpanjang masa tinggal Cavani. Hanya saja sang pemain ingin dijamin tampil di setiap pertandingan selama masih fit. Jadi Cavani dan Manchester United mulai menandai perpecahan di akhir musim. Dan dia akan kembali ke kampung halamannya di Uruguay dan bermain untuk Boca Juniors.

Dilansir dari Caughoffside, terlepas dari alasan tersebut, hengkangnya Cavani dari Old Trafford adalah karena dia diberitahu oleh Man United bahwa pihaknya akan mendatangkan satu pemain bintang.

Man United sejauh ini dikaitkan dengan duo bomber Borussia Dortmund Jadon Sancho dan Erling Braut Haaland. Yang tentunya akan menguras kantong Manchester United cukup dalam, mengingat dua penyerang Borussia Dortmund yang sedang naik daun itu dibanderol dengan harga total 210 juta euro (Rp3,5 triliun).

Cavani menyadari bahwa sejak awal ia bukanlah pilihan utama di skuat Man United. Pasalnya, Solskjaer lebih memilih memainkan Anthony Martial sebagai ujung tombak timnya meski tampil gemilang di setiap laga.

.