TC Timnas U-22 Indonesia, Sin Tae-yong Sebut 6 Penyerang Muda Ini | Berita Sepak Bola 2021 OkeGoal.Com – OkeGoal

OkeGoal –

Manajer Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sudah mulai mengadakan training camp (TC) periode Februari untuk persiapan menghadapi SEA Games 2021 di Vietnam. Ada 36 pemain yang dipanggil, dengan mayoritas pemain di bawah usia 22 tahun. Pasalnya, SEA Games 2021 diperuntukkan bagi pemain U-22, dengan masuknya tiga senior sebagai pelawak.

TC periode saat ini dimulai pada Senin (8/2), di Jakarta. Dalam panggilan ini, Shin Tae-yong memanggil enam penyerang. Mereka akan berlomba menarik perhatian tim kepelatihan untuk mendapatkan tempat utama.

Keenam pemain tersebut adalah Kushedya Yudo, Muhammad Rafli, Dendy Sulistyawan, Septian Satria Bagaskara, Braif Fatari, dan Saddam Gafar. Dua nama terakhir adalah jebolan Timnas Indonesia U-19 bentukan Shin Tae-yong untuk Piala AFC U-19 2020, dan Piala Dunia U-20 2021 yang dibatalkan.

Sedangkan usia Rafli masih pas untuk mengikuti SEA Games 2021, sedangkan tiga nama lainnya semuanya di atas U-22. Ini menunjukkan bahwa persaingan ketat dalam seleksi akan berlangsung di posisi penyerang.

Begini cara ketajaman keenam pemain ini satu persatu, sebagai aset menarik perhatian Shin Tae-yong dan jajarannya.

Kushedya Yudo (Arema FC, 27 tahun)

Dari daftar penyerang yang dipanggil di TC periode Februari 2021, Kushedya adalah pemain tertua. Dia berumur 27 tahun. Namanya mulai melambung saat membawa promosi Putra Kalteng ke Liga 1. Setelah itu, pemain asal Malang itu pindah ke PSS Sleman.

Di Laskar Sembada, produktivitas konsisten. Ia sukses menyumbangkan lima gol sebagai pemain dalam posisi menyerang sayap. Hanya bertahan semusim di PSS, Kushedya pergi ke Arema. Liga 1 2020 baru berjalan tiga pekan dan ditunda akibat pandemi COVID-19, ia sudah menyumbangkan dua gol.

Muhammad Rafli (Arema FC, 22 tahun)

Padahal, catatan statistik pemain di klub ini tidak mentereng. Di Liga 1 2019 misalnya, ia hanya memberi dua gol untuk Arema FC. Di Liga 1 2020, Rafli bahkan belum pernah mencetak gol. Namun, tim pelatih berusaha mengabaikan fakta tersebut dengan tetap memberikan tiket kepada Timnas U-22 Indonesia, proyeksi SEA Games 2021.

Meski demikian, Rafi merupakan bagian dari timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019 Filipina. Ia turut andil membawa Indonesia ke final, sehingga perlu diberi kesempatan untuk bertanding kembali. Selain itu, Rafli memiliki postur tubuh yang mendekati ideal. Tingginya mencapai 180 sentimeter.

Dendy Sulistyawan (Bhayangkara FC, 24 tahun)

Nama ini sudah matang di kelompok umur timnas. Oleh karena itu, sangat mudah untuk mengamati tim pencari bakat yang akan dipanggil untuk mengikuti proyeksi Timnas Indonesia U-22 ke SEA Games 2021. Dendy dalam dua musim terakhir memperkuat Bhayangkara FC. Sebelumnya lagi di Liga 1 2018, ia memperkuat Persela Lamongan dengan mencetak sembilan gol.

Di Liga 1 2019, produktivitas Dendy memang menurun tajam, hanya bisa mencetak satu gol.
Namun, jumlah menit yang dimainkan cukup tinggi, hingga 1.527 menit dari 25 pemutaran. Melihat menit bermain seperti itu, tampaknya Dendy berguna sebagai winger atau penyerang tengah untuk meladeni striker murni. Oleh karena itu, produktivitas tidak tinggi, tetapi menit bermain yang banyak.

Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri, 23 tahun)

Ia baru finis di Liga 1 pada 2020, karena mengikuti Persik yang dipromosikan musim itu. Sayangnya, persaingan tersebut dihentikan sehingga perkembangan Septian di kasta tertinggi tidak terlihat. Meski demikian, Septian adalah pemain yang diberi kesempatan menjadi Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri saat pembentukan Timnas U-22 Indonesia untuk SEA Games 2019.

Dalam perjalanan, namanya dicoret karena cedera. Kemungkinan nama Septian masuk dalam proyeksi SEA Games 2021 atas usul Indra kepada Shin Tae-yong. Kami akan menunggu apakah kesempatan kedua ini bisa digunakan untuk menarik perhatian pelatih.

Braif Fatari (Persija Jakarta, 18 tahun)

Anggota Persija U-18 ini sudah dekat dengan Shin Tae-yong sejak dibentuknya Timnas Indonesia U-19 pada tahun 2020. Jadi, pelatih asal Korea Selatan itu tahu bagaimana kemampuan dan kualitasnya. Inilah ibu kota Braif untuk memperebutkan tiket SEA Games 2021.

Tetap bagaimana dia bersaing dengan pemain lain dalam seleksi yang sedang berlangsung. Peluang Braif masuk ke skuat utama cukup besar. Pasalnya, ia merupakan salah satu pemain yang akan diberi kesempatan, sebagai bagian dari regenerasi jika melihat usianya saat ini.

Saddam Gaffar (PSS Sleman, 19 tahun)

Mirip dengan Braif, Saddam merupakan pemain lulusan Timnas U-19 Indonesia bentukan Shin Tae-yong tahun lalu. Lantas bagaimana dengan kemampuannya, sang pelatih sudah tahu luar dalam. Saddam juga pernah menunjukkan soal mencetak gol di U-19 Timnas Indonesia TC di Kroasia tahun lalu.

Sehingga Shin Tae-yong tidak perlu lagi membolak-balik data bank pemain. Saddam merupakan salah satu pemain yang pernah bertugas bersama PSS di Elite Pro Academy (EPA) U-18 2019. Di usianya, ia siap untuk ditempatkan di orbit untuk berlaga di timnas kelompok usia yang lebih tua.

.