Solskjaer Tak Setuju Liga Inggris Ditunda Meski Kasus Covid-19 Melonjak – OkeGoal

OkeGoal –

Pelatih Manchester UnitedOle Gunnar Solskjaer mengaku melihat tidak ada manfaatnya wacana penundaan Liga Inggris 2020-2021 selama dua pekan. Penundaan itu dilakukan karena kasus virus corona di Tanah Air meningkat tajam. Operator Liga Premier telah mengonfirmasi 18 tes virus korona positif di antara pemain dan staf. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejauh ini.

Laga Everton vs Manchester City yang sedianya akan berlangsung pada Selasa, 29 Desember 2020 WIB, kini resmi ditunda. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh kedua klub setelah meningkatnya kasus Virus Corona (Covid-19).

Berdasarkan pemberitaan, telah terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di skuat Man City. Oleh karena itu, setelah melakukan pertemuan dengan Dewan Liga Inggris dan juga perwakilan dari masing-masing klub, diputuskan bahwa pertandingan Everton vs Man City ditunda.

Sebelumnya, pemain Manchester City Gabriel Jesus dan Kyle Walker dinyatakan positif Covid-19. Pengumuman ini dilakukan melalui situs resmi klub pada 25 Desember 2020. Selain Gabriel Jesus dan Kyle Walker ada dua anggota staf Man City yang terjangkit virus corona. Namun, Man City tak menyebut nama dua staf yang dinyatakan positif virus corona.

“Manchester City FC dapat memastikan bahwa Gabriel Jesus, Kyle Walker, dan dua anggota staf telah dinyatakan positif Covid-19,” demikian pernyataan Man City mengutip situs klub seperti dikutip, Jumat (25/12/2020).

Namun, Solskjaer tak setuju dengan penundaan Liga Inggris. Ia khawatir penundaan akan membuat jadwal semakin ketat.

“Itu bukan sesuatu yang sering saya pikirkan. Saya pikir para pemain kami sangat baik dalam mengikuti protokol dan aturan, “Solskjaer mengutip ucapan Sky Sport, Rabu (30/12/2020).

“Itu bagian dari pekerjaan di sini, jika kita sebagai klub mengikuti protokol. Saya tidak bisa melihat manfaat penundaan, apa pun namanya.”

“Karena kapan kita akan memainkan pertandingan? Kita semua tahu tahun ini sangat sulit, tapi saya rasa menghentikan permainan tidak akan membuat perubahan besar,” katanya.

Sebanyak 1.479 pemain dan anggota staf klub Liga Premier menjalani tes COVID-19 antara 21-27 Desember. Akibatnya, 18 orang yang dinyatakan positif mengisolasi diri.

.