Petinggi Persib membeberkan keuangan klub yang kini sedang babak belur – OkeGoal

OkeGoal –

Bandung – Absennya persaingan membuat banyak klub kesulitan finansial, termasuk Persib Bandung. Demikian disampaikan Direktur Operasional PT Persib Bandung bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono.

Menurut pengakuan Teddy, pandemi Covid-19 telah mengganggu kekuatan finansial semua klub karena tidak adanya pemasukan dari kompetisi dan sponsorship. Sementara itu, klub harus terus memenuhi kewajibannya membayar gaji pemain, pelatih, dan staf lainnya.

Meski ada kebijakan PSSI yang memperbolehkan klub hanya membayar gaji minimal 25 persen, hal ini tetap membuat beberapa klub kesulitan.

Dua klub Liga 1, yakni Madura United dan Persipura Jayapura bahkan memutuskan membubarkan tim karena tak bisa lagi membayar gaji.

Meski selama ini Maung Bandung dikenal sebagai klub paling stabil dari segi keuangan, saat ini Persib juga mengalami hal serupa.

“Harus diakui, tidak ada persaingan yang membuat kita semua pusing,” kata Direktur Operasional PT Persib Bandung bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono, Jumat (8/1/2021).

“Tidak ada yang cocok ya, tidak ada pendapatan. Kami mengalami kerugian, bahkan babak belur,” kata Teddy.

Meski demikian, Persib Bandung tetap berupaya mempertahankan skuadnya dengan memperpanjang kontrak sang pemain yang habis pada Desember 2020.

Menurut Teddy, meski manajemen mengalami kesulitan keuangan, pihaknya tetap berupaya memenuhi hak para pemain dengan memberikan gaji tepat waktu.

“Ya saya tidak bisa berkomentar karena itu keputusan PSSI dan memang tidak ada tandingannya. Kalau gaji 25 persen itu lancar sampai Desember lalu,” kata Teddy.