Pertaruhan Gareth Southgate berakhir dengan bencana bagi Inggris di final Euro 2020 | Berita Sepak Bola 2021 OkeGoal.Com – OkeGoal

OkeGoal –

Jakarta – Timnas Inggris kalah dari Italia pada babak final Euro 2020 yang digelar di Stadion Wembley, London, Senin (21/12/21) dini hari WIB.

Pada laga final ini, Italia menang 3-2 lewat adu penalti setelah 120 menit waktu bermain skor tetap 1-1.

Inggris memimpin melalui gol cepat Luke Shaw di menit ke-2, setelah memanfaatkan umpan silang dari Kieran Trippier.

Namun, Italia berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 melalui gol Leonardo Bonucci yang memanfaatkan kemelut di depan gawang pada menit ke-67.

Hasil imbang 1-1 ini bertahan hingga akhir perpanjangan waktu, sehingga pemenang pertandingan harus ditentukan melalui perpanjangan waktu.

Dua eksekutor penalti senior Inggris, Harry Kane dan Harry Maguire, sukses menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor.

Namun, tiga pemain muda The Three Lions, yakni Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka, gagal menjalankan tugas tersebut.

Kegagalan Inggris menjuarai Euro 2020 di kandang sendiri secara tidak langsung merupakan kesalahan pelatih, Gareth Southgate.

Pelatih berusia 50 tahun itu dinilai terlalu berani bertaruh dalam pertandingan hidup mati, seperti final Piala Eropa.

Kesalahan pertama, Gareth Southgate menyiapkan formasi dengan 3 bek, berharap mengandalkan serangan balik cepat dan pertahanan yang solid.

Formasi ini terbukti efektif di babak pertama dimana Inggris bebas menyerang dengan cepat, dibandingkan Italia yang mengandalkan Possesion Ball.

Namun sayang, lini serang Inggris tak mampu memanfaatkan sejumlah peluang yang tercipta menjadi gol.

Sementara Italia yang mampu melihat peluang ini mampu memanfaatkan kelemahan Inggris untuk menciptakan gol Leonardo Bonucci pada menit ke-67.

Kesalahan kedua, Gareth Southgate memutuskan memasukkan dua pemain muda yang sudah jarang tampil, yakni Jadon Sancho dan Marcus Rashford, di menit akhir perpanjangan waktu.

Tentu saja kedua pemain muda ini tidak punya banyak waktu untuk membalikkan keadaan.

Kesalahan Southgate kemudian dilanjutkan dengan menunjuk tiga pemain muda yang kurang berpengalaman di pentas kelas dunia, yakni Jadon Sanco, Marcus Rashford dan Bukayo Saka, sebagai penendang penalti, bersama Harry Kane dan Harry Maguire.

Banyak pihak kemudian mempertanyakan keputusan Southgate karena momen adu penalti tidak hanya membutuhkan skill tapi juga mentalitas. Apalagi dalam pertandingan sekelas Piala Eropa dan bermain di depan puluhan ribu pendukungnya sendiri.

Sementara di skuat Inggris masih ada beberapa pemain senior yang lebih berpengalaman, seperti Raheem Sterling, Jack Grealish, dan Luke Shaw.

Namun, Gareth Southgate patut berbangga karena skuad Inggris saat ini dipenuhi pemain muda yang masih akan membela The Three Lions di Piala Dunia 2022.



.