Perbandingan Statistik Bruno Fernandes dan Eric Cantona, Who is Better? – OkeGoal

OkeGoal –

Belum lama ini menjadi legenda Manchester United, Roy Keane, menjentikkan Bruno Fernandes. Pria asal Republik Irlandia ini mengatakan, sang pemain tidak bisa dibandingkan dengan legenda klub lainnya, Eric Cantona.

Pernyataan tersebut muncul setelah Bruno Fernandes tampil selama 90 menit penuh melawan Manchester City di ajang Piala Carabao. Seperti diketahui, Manchester United kalah dengan skor 0-2.

“Tidak mudah memenangkan trofi di dunia sepak bola. Fernandes menerima banyak pujian dan bulan lalu publik membandingkannya dengan Eric Cantona dan sebagainya,” kata Roy Keane kepada Sky Sports.

Tapi Cantona memenangkan trofi. Fernandes tidak berbuat banyak malam ini, katanya.

Lalu, apakah klaim Roy Keane benar? Jika dilihat dari jumlah gelar, jelas bukan apple-to-apple mengingat Bruno Fernandes baru bergabung dengan Manchester United pada Januari 2020.

Eric Cantona sendiri sudah membuat sejarah bersama Manchester United sejak lama. Ia bermain untuk Setan Merah dari tahun 1992 hingga karir sepak bolanya berakhir pada tahun 1997.

Masih ada cara lain untuk membandingkan kualitas Bruno Fernandes dengan Eric Cantona. Salah satunya berdasarkan statistik permainan. Berikut perbandingan statistik kedua sosok tersebut dalam dua musim pertamanya bersama MU di Premier League yang disajikan oleh Planet Football.

Eric Cantona

Penampilan: 56
Menang: 58
Imbang: 16
Kalah: 2

Tarif-tarif

Rata-rata Kemenangan: 67,9%
Rata-rata kerugian: 3,6%
Poin per pertandingan: 2.6

Gol dan Assist

Sasaran: 27
Membantu: 23
Menit per gol: 178,6
Menit per assist: 209.6
Menit per gol atau assist: 96,4

Bruno Fernandes

Penampilan: 30
Menang: 19
Imbang: 8
Kalah: 3

Tarif-tarif

Tingkat Kemenangan: 63%
Tingkat kerugian: 10%
Poin per pertandingan: 2.2

Gol dan Assist

Sasaran: 19
Membantu: 14
Menit per gol: 131.3
Menit per assist: 178.2
Menit per gol atau assist: 75.6

Kesimpulan

Statistik menunjukkan bahwa Cantona masih lebih baik dari Bruno Fernandes dalam dua musim pertamanya bersama Manchester United di Liga Inggris. Jadi, mungkin Roy Keane ada benarnya.

.