Pengamat Menuding PSSI Tak Memiliki Crisis Management – OkeGoal

OkeGoal –

Bogor – Sejumlah pengamat sepak bola nasional menilai PSSI kurang waspada dengan perkembangan kondisi sehingga ketidakpastian kompetisi Liga 1 dan Liga 2 berlarut-larut.

Salah satu pengamat sepak bola, Tommy Welly, bahkan menilai PSSI tidak mengalami krisis manajemen.

“Seharusnya tidak perlu menunggu pertengahan bulan ini. Lakukan saja rapat exco, buat surat keputusan. Karena masyarakat sudah tidak bisa menunggu lama sekarang,” kata Tommy Welly.

Pria yang akrab disapa Towel ini menyarankan agar PSSI membatalkan Liga 2020 karena belum mendapat izin dari Polri. Selain itu, dua klub telah mendeklarasikan diri dibubarkan, yakni Madura United dan Persipura Jayapura.

“Lebih baik langsung dibatalkan. Klub yang jadi korban kalau berlarut-larut. Buktinya kedua klub sudah menyatakan terang-terangan membubarkan tim,” kata Towel.

Menurut Towel, ada tiga alasan mengapa PSSI harus memutuskan membubarkan Liga 2020. Pertama, karena PSSI gagal mendapatkan izin dari polisi.

Yang kedua tentu saja secara ekonomi. Dalam situasi saat ini kemampuan klub dan sponsor untuk melaksanakan kompetisi sangat diragukan, kata Towel.

Sedangkan yang ketiga, sudah ada dua klub yang bubar, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2020.

“Ini berpengaruh pada regulasi kompetisi. Lantas, bagaimana cara menjalankan kompetisi jika ada klub yang mengundurkan diri?” Lanjutnya.

Pengamat sepak bola lainnya, Mohamad Kusnaeni, sependapat. Menurutnya, ada yang salah dengan manajemen krisis PSSI.

“Ada yang salah dengan crisis management di PSSI. Kenapa harus menunggu lebih lama lagi? Toh, jelas Januari ini tidak ada surat izin keramaian. Putuskan saja segera batalkan kompetisi. Kenapa harus menunggu. pertengahan Januari? “katanya.