Peneliti Survei Sebut Media Punya Pengaruh Tinggi Terkait Tingginya Elektabilitas Capres – OkeGoal

Laporan wartawan Tribun OkeGoal, Mario Christian Sumampow

OkeGoal, JAKARTA – Peneliti dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips Vermonte mengatakan eksposur media memiliki pengaruh yang tinggi dalam menaikkan nama ataupun menyangkut elektabilitas capres 2024.

Hal tersebut disampaikan Philips dalam acara Konferensi Pers dan Diskusi Hasil Survei Nasional CiGMark di Hotel Bintang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2022).

Ia memberi contoh kasus seperti pemberitaan Ganjar Pranowo yang ramai di media, acara Formula E Anies Baswedan, hingga musibah kepergian Eril yang menimpa Ridwan Kamil.

Di mana akibat pemberitaan tersebut jadi pemicu mulai naiknya nama-nama tokoh ini.

“Eksposur media rutin. Ganjar naik. Anies juga alami kenaikan karena acara Juli Formula E buat sorotan nasional karena pro kontra,” jelas Philips.

Ridwan Kamil mau tidak mau diakui, eksposur tinggi saat ada musibah menimpa. Bahkan survei lembaga lain bulan Juni sebelum kejadian Emil, eksposur (Ridwan Kamil) rendah,” tambahnya.

Baca juga: Cocok Jadi Cawapres, Ridwan Kamil Dinilai Mampu Dongkrak Elektabilitas Capres

Hal inilah yang membuat Philip yakin jika media, dalam hal ini televisi, punya daya jangkau luas.

Meski, tambah Philip, saat ini media sosial juga mudah diakses dan dijangkau secara luas, tapi televisi tetap jadi tulang belakang untuk masyarakat menemukan sosok seorang tokoh.

“Media, TV jangakaunnya luas. Meski kini punya medsos, tetap TV jadi tulang punggung untuk mengetahui seorang tokoh,” ucapnya.

Masih soh dalam acara yang sama, dibeberkan hasil survei lembaga CigMark yang menunjukkan Ganjar paling tertinggi didukung jadi kandidat capres.

Dalam survei yang digelar 9-17 Juni 2022 itu, tercacat kader PDIP mencapai 24,4 persen.

Setelah Ganjar, diusul Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan mencapai 11,7%.

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencapai 15 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 9,5 persen.

Selanjutnya, Joko Widodo (Jokowi) mencapai 4,7 persen serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencapai 4,0 persen.