Masuk Skema Revolusi Laporta, Jordi Cruyff Tolak | Berita Sepak Bola 2021 OkeGoal.Com – OkeGoal

OkeGoal –


Joan Laporta mendorong revolusi untuk membantu raksasa LaLiga Spanyol, Barcelona bangkit seperti sebelumnya. Bukan rahasia lagi bahwa krisis memang telah menyertai Catalan sejak beberapa tahun terakhir. Tak hanya masalah prestasi minim, Lionel Messi dan kawan-kawan menderita masalah keuangan akibat utang 1,2 miliar euro (Rp 20 triliun).

Alhasil, performa tim tidak seperti saat dilatih Ronald Koeman di awal musim. Bayangan kegagalan menjuarai LaLiga Spanyol dan insiden memalukan dibantai 2-8 oleh Bayern Munich di Liga Champions kerap menghantui mereka. Satu-satunya harapan saat ini adalah seorang pemimpin yang mampu membina dan membimbing Barcelona kembali ke jalur yang benar.

Laporta akhirnya berhasil kembali menduduki kursi pemerintahan tertinggi di arena pemilu. Sosok yang akrab di periode 2003-2010 ini nyatanya ‘cerdik’ memanfaatkan peluang mulai dari pemilihan pelatih seperti Frank Rijkaard hingga Pep Guardiola serta dengan staf kepelatihan terbaik. Tak heran, klub tersebut langsung mampu merebut 12 gelar.

Dipercaya oleh Messi sebagai orang nomor satu di Barca lagi setelah memiliki rencana jangka panjang untuk menghidupkan kembali tim, mampu menyelesaikan masalah keuangan, dan ide brilian untuk mendatangkan Jordi Cruyff sebagai direktur olahraga baru.

Sebelumnya, Mateu Alemany, mantan direktur olahraga Valencia, resmi direkrut untuk menangani masalah transfer. Meski mendapat mandat dari Laporta, Cruyff lebih memilih fokus di Liga China bersama Shenzen FC.

Mengutip Football Espana, Jordi Cruyff berkata: “Masa depan saya di Barca? Kita lihat saja. Sekarang saya akan fokus ke China dulu, ”mengacu pada sisa kontrak di sana.

Memang ada niat dan ketertarikan untuk ambil bagian dalam proyek besar Barcelona lewat komentarnya terkait Koeman.

Jordi menyatakan: “Koeman telah bekerja keras tidak hanya pada sepakbola tahun ini. Itu sangat berharga. “

Seperti ayahnya Johan yang meninggal pada 2016, mantan pemain sayap itu menghabiskan delapan tahun di Camp Nou dengan 11 gol dalam 54 pertandingan. Setelah pensiun, ia memiliki pengalaman yang solid sebagai direktur olahraga. Misalnya, saat bergabung dengan AEK Larnaca dan Maccabi Tel Aviv, ia melanjutkan karier kepelatihannya saat bergabung dengan Chongqing Dangdai Lifan, Ekuador, dan Shenzen hingga sekarang. Diharapkan sosoknya sendiri akan menjadi tangan kanan Koeman.

Terlepas dari potensi kehadiran Jordi Cruyff, Barcelona yang baru mulai menunjukkan kekuatannya saat Ronald Koeman berhasil bangkit di LaLiga Spanyol. Bisa jadi era kepresidenan Joan Laporta benar-benar terulang kembali.

.