Manajer Sulut United Diakui Persaingan Stagnan Membuat Keuangan Klub Tak Stabil – OkeGoal

OkeGoal –

Manado – Masih adanya ketidakpastian Liga 1 dan Liga 2 di Indonesia dikeluhkan oleh banyak manajemen klub, termasuk United Sulawesi Utara.

Menurut Manajer Sulut United, Muhammad Ridho, kondisi keuangan klub terpukul paling parah oleh ketidakpastian kompetisi.

Seperti diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator memutuskan untuk menunda kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 hingga Februari 2021 setelah pada akhir Oktober lalu polisi belum mendapat izin.

Sementara itu, rencana Februari ini masih berantakan karena hingga awal Januari belum diperoleh izin dari kepolisian.

Menurut informasi, permohonan yang diajukan PSSI dan PT LIB masih dalam proses penelaahan polisi, dalam hal ini Badan Intelijen Keamanan (BIK).

“Ketidakpastian kompetisi Liga 1 dan Liga 2 membuat klub-klub termasuk kami (Sulut) berantakan perencanaannya,” kata Muhammad Ridho, Kamis (31/12/2020).

“Salah satunya dari segi anggaran,” lanjutnya.

Pasalnya, klub masih memiliki kewajiban membayar pemain, pelatih, dan staf lainnya, meski tidak ada pemasukan dari kompetisi.

Muhammad Ridho mengaku masih ada pemasukan dari penjualan merchandise klub, tapi itu belum bisa menutupi pengeluaran bulanan klub.

Oleh karena itu, Muhammad Ridho berharap PSSI dan PT LIB segera menentukan status kompetisi tersebut.

“Bukan hanya pelatih dan pemain yang menderita dalam kondisi mereka saat ini,” kata Muhammad Ridho.

“Klub sebagai majikan terus membayar gaji mulai April hingga akhir tahun ini,” jelasnya.

“Tanpa bersaing, tanpa pemasukan, kecuali dari sisi bisnis kami seperti toko resmi, bahkan itu tidak mampu menutup defisit setiap bulan,” ujarnya.