Maicon, mantan bintang Inter yang kini bermain di Gurem Club – OkeGoal

OkeGoal –

Apakah kamu masih ingat Maicon? Mantan bek sayap andalan Inter Milan itu kini menjalani hari-harinya di klub Liga Italia Serie D yang kini tak dikenal, Sona. Langkah mengejutkan Maicon Douglas Sisenando dengan melanjutkan karir panjangnya di klub Serie D atau divisi 4 Liga Italia, Sona. Sudah berusia 39 tahun, andalan skuad Inter Milan saat merebut treble winners 2009-2010 kembali ke Italia setelah 4 tahun berkutat di negara asalnya, Brazil.

Klub terakhir yang dia bela di Italia adalah AS Roma (2013-2016). Di penghujung karirnya sebagai pesepakbola, Maicon kembali menjajal kompetisi Pizza Country, namun kali ini jauh dari gemilang. Kolektor 76 caps di timnas Brasil itu menepi ke klub sederhana asal Provinsi Verona, Sona.

Itu penurunan level yang luar biasa mengingat statusnya sebagai orang Eropa, bahkan juara dunia, saat memperkuat Inter Milan satu dekade lalu. Dari treble winners di tim Jose Mourinho, lalu ke Serie D, bagaimana rasanya?

“Tidak ada yang berubah. Sepak bola selalu sama. Yang terpenting adalah memiliki keinginan dan saya masih memilikinya,” ucapnya, seperti dikutip Corriere della Sera.

“Saya berharap bisa memberikan kontribusi kepada klub yang memberi kesempatan kembali ke Italia.”

“Saya siap dan tak sabar untuk memulai petualangan baru sebagai pesepakbola,” ucap sosok yang kerap dianggap sebagai full-back terbaik di dunia pada masa jayanya itu.

Sekilas, keputusan Maicon untuk turun dari kasta ini sejauh ini mungkin aneh. Namun, jalur kariernya dalam beberapa tahun terakhir tampaknya mendukung hal tersebut. Hingga Desember tahun lalu, ia masih bermain untuk Villa Nova, klub divisi 4 Liga Brasil yang dilatih mantan pemain Inter dan AC Milan, serta rekannya Roma, Amantino Mancini.

Antara 2017-2019, ia juga hanya memperkuat klub-klub kecil seperti Avai dan Criciuma setelah hengkang dari Roma. Karena itulah Sona berani memprakarsai rencana untuk membawa Maicon kembali ke Italia. Selain itu, full-back veteran yang berhasrat “kembali” ke Italia, juga memboyong putranya, Felipe (15 tahun), ke tim yunior Sona. Faktanya, muncul kabar bahwa Sona akan menandatangani dua tokoh top lainnya dari Brasil: mantan rekan Maicon di Inter Lucio dan mantan bintang AC Milan Ricardo Kaka.

“Salah satu rekan kerja saya bertanya, ‘mengapa kita tidak mencoba membawa Maicon ke sini?’ Saya menjawab sambil tersenyum, “kata direktur klub, Claudio Ferrarese.

“Tapi dia serius dan ternyata meyakinkan pemain seperti dia lebih mudah dari yang saya kira,” ujar pemain Torino 2006-2007 yang sempat menghadapi Maicon saat aktif bermain.

Di Serie D 2020-2021, Sona menempati peringkat ke-7 di Girone (grup) B. Hampir semua personelnya merupakan pemain amatir dan pemain muda yang lebih cocok untuk dianggap sebagai anak-anak Maicon.

Satu-satunya pemain Sona yang pernah mencicipi karir profesional selain Maicon adalah Paolo Hernan Dellafiore, lulusan akademi Inter Milan yang juga pernah memperkuat Parma di Serie A.
Selebihnya, mereka adalah rata-rata mahasiswa atau karyawan yang menjalankan tugasnya masing-masing sebelum bermain untuk klub.

Mitra baru Maicon di belakang, Edoardo Belfanti, misalnya, bekerja sebagai ahli instalasi AC. Sedangkan sang pelatih, Marco Tommasoni (36), lebih muda 3 tahun dari Maicon.

“Di sini, tidak ada yang benar-benar dibayar. Sebagian besar hanya mendapat honor penggantian, tapi sebagian besar bermain tanpa bayaran, ”kata presiden klub, Paolo Pradella.

“Kami adalah keluarga. Setiap orang melakukan apa yang mereka bisa, “kata mantan pekerja kereta api itu.

Maicon memulai tugasnya di Sona dengan berlatih dan menyaksikan rekan-rekan barunya berlaga di lanjutan Serie D Italia, Minggu (10/1/2021). Entah karena antusiasmenya karena ditonton sang legenda dari pinggir lapangan, Sona menang 1-0 di Fanfulla. Maicon sendiri memperkuat Inter Milan pada 2006-2012 dengan rekor penampilan 248 kali dan menyumbang 20 gol.

Setelah itu, ia bermain untuk Manchester City tetapi gagal bersinar hanya dalam satu musim, kemudian pindah ke Roma. Bersama Inter, Maicon memenangkan 11 gelar, termasuk 4 scudetti berturut-turut, serta satu trofi Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.

.