KPK Perpanjang Masa Penahanan Mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Selama 30 Hari – OkeGoal

Wartawan OkeGoal, Ilham Rian Pratama

OkeGoal, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (RL) dan Staf Tata Usaha Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanussa (AEH).

Keduanya akan mendekam di pusat penahanan negara selama 30 hari ke depan.

“Agar proses pengajuan lebih lengkap dengan memaksimalkan pengumpulan barang bukti, tim penyidik ​​akan tetap menahan tersangka RL dkk selama 30 hari ke depan,” kata Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (12/7). /2022).

Baca juga: KPK Cari Penghasilan Richard Louhenapessy Lewat Sekda Kota Ambon

Ali mengatakan penahanan itu berdasarkan putusan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terhitung mulai 12 Juli 2022 hingga 10 Agustus 2022.

“Tersangka RL ditahan di Rutan KPK gedung Merah Putih, tersangka AEH ditahan di Rutan KPK Lot C1,” ujarnya.

KPK menetapkan Walikota Ambon periode 2011-2016 dan 2017-2022 Richard Louhenapessy dengan dugaan pencucian uang (TPPU).

“Dalam proses penyidikan kasus dugaan awal tersangka RL, tim penyidik ​​KPK kemudian menemukan adanya dugaan tindak pidana lain yang diduga dilakukan saat masih aktif menjabat sebagai Walikota Ambon berupa TPPU, ” kata Ali, Senin (4/7/2022).

Richard diduga sengaja menyembunyikan atau menyamarkan asal usul kepemilikan properti dengan menggunakan identitas pihak tertentu.

Richard Louhenapessy sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap, persetujuan persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel Alfamidi tahun 2020 di Kota Ambon dan menerima gratifikasi.