Ketua YKI Soal Ganja untuk Medis: Dapat Digunakan Jika Ada Bukti Ilmiah penelitian – OkeGoal

Laporan Wartawan OkeGoal, Aisyah Nursyamsi

OkeGoal, JAKARTA – Penggunaan ganja untuk medis dan obat saat ini menjadi perbincangan masyarakat.

Terkait hal ini Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Suyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP memberikan tanggapan.

Baca juga: Cerita Direktur Tindak Pidana Narkoba Polri Jajal Es Krim Ganja di Thailand: Rasanya Daun-daun

Menurut Center for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, menyebutkan jika Ganja mengacu pada bunga kering, daun, batang, dan biji tanaman ganja.

Tanaman ganja mengandung lebih dari 100 senyawa (atau cannabinoid). Senyawa ini termasuk tetrahydrocannabinol (THC), yang dapat merusak otak dan tubuh.

Namun ada senyawa aktif lainnya, seperti cannabidiol (CBD) yang tidak berdampak merusak ataupun menyebabkan “tinggi”.

American Cancer Society, jumlah penelitian kecil tentang ganja yang dihisap menemukan bahwa ganja dapat membantu dalam mengobati mual dan muntah akibat kanker kanker,” tulisnya pada OkeGoal, Rabu (6/7/2022)

Ia pun mengungkapkan jika beberapa penelitian telah menemukan bahwa ganja yang dihirup dapat membantu pengobatan nyeri neuropatik. Atau nyeri yang disebabkan oleh saraf yang rusak.

Ada beberapa uji klinis awal cannabinoids dalam mengobati kanker pada manusia dan lebih banyak yang direncanakan.

Baca juga: IDI: Proses Riset Ganja untuk Medis Tidak Mudah

Sementara sejauh ini telah menunjukkan bahwa cannabinoids dapat aman dalam mengurangi rasa sakit pada kanker.