Kandidat Pelatih Real Madrid, Apa Taktik dan Formasinya? | Berita Sepak Bola 2021 OkeGoal.Com – OkeGoal

OkeGoal –

Belakangan ini, nama Massimiliano Allegri telah dikaitkan dengan Real Madrid . Ia dikabarkan akan menangani Los Blancos musim depan.

Allegri saat ini menganggur sejak putus dari Juventus. Ia meninggalkan klub Turin pada akhir musim 2019/2020.

Allegri memiliki prestasi yang cukup bagus sebagai pelatih. Ia berhasil mempersembahkan gelar untuk Juventus dan AC Milan.

Bersama Juventus, Allegri memenangkan lima gelar Serie A berturut-turut. Sebelumnya, dia juga merengkuh scudetto bersama Rossoneri.

Allegri adalah manajer kreatif yang percaya pada penguasaan bola mutlak. Dia adalah pelatih fleksibel yang dapat beralih ke formasi berbeda.

Allegri awalnya menggunakan formasi 3-5-2 tetapi kemudian beralih ke formasi empat bek. Ia memanfaatkan keunggulan 4-2-3-1, 4-3-3, 4-1-3-2 dan 4-3-1-2 sepanjang kariernya sebagai pelatih.

Berikut analisa kekuatan dan taktik yang diperlihatkan Massimiliano Allegri saat berhadapan dengan Juventus.

Saat Menyerang

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tim asuhan Allegri mengadopsi format yang berbeda. Awalnya, ia menggunakan formasi 3-5-2 dengan Andrea Barzagli-Leonardo Bonucci-Giorgio Chiellini di belakang. Lini tengah terdiri dari Andre Pirlo, Claudio Marchisio dan Arturo Vidal dengan dua full-back Patrice Evra dan Stephan Lichtsteiner.

Garis depan terdiri dari Carlos Tevez dan Alvaro Morata. Tapi seluruh skuad berubah dalam satu atau dua musim. Juve kehilangan layanan dari Pirlo, Tevez, Vidal dll dan pemain baru datang untuk mengisi kekosongan tersebut. Allegri juga terbiasa dengan empat bek.

Sami Khedira dan Miralem Pjanić yang biasa mendikte serangan dengan kemampuan luar biasa mereka untuk memindahkan bola dan passing visioner. Paulo Dybala biasanya tetap di depan dan bermain sebagai striker kedua atau pemain sayap terbalik. Dybala biasa bergerak secara terpusat dan berlari ke ruang yang tersedia. Dia adalah salah satu faktor kunci di balik serangan luar biasa Juve saat itu.

Mario Mandzukic juga memainkan peran kunci. Dia bertindak sebagai pemain sayap terbalik atau striker yang tepat (dalam sistem dua striker bersama Gonzalo Higuain).

Bagaimana dengan Real Madrid?

Sepertinya formasi empat bek akan tetap menjadi andalan Allegri saat berhadapan dengan Real Madrid musim depan. Sosok Ferland Mendy dan Dani Carvajal akan dioptimalkan dengan baik di lini belakang.

Sementara di lini tengah, Allegri akan memanfaatkan peran Eden Hazard, Gareth Bale, Vinicius Jr, Rodrygo Goes dan Marco Asensio.

Dengan Hazard sebagai kreator serangan, tugas finisher akan bertumpu pada dua pemain sayap terbalik, yakni Bale (sayap kanan) dan Vinicius (sayap kiri).

Saat Bertahan

Massimiliano Allegri umumnya tidak menerapkan high-pressing atau man-to-man marking. Timnya tetap dalam formasi 4-5-1 yang sempit dan memilih untuk menandai zona. Artinya, peralihan dari menyerang ke bertahan akan lebih mengutamakan positioning, bukan langsung menekan pemain lawan.

Juventus saat di bawah Allegri membiarkan lawan menyerang dan melakukan serangan balik dengan kecepatan Dybala, Mandzukic dan Juan Cuadrado. Jadi, secara keseluruhan Juventus adalah tim dengan pertahanan yang kuat.

Cocokkan dengan Real Madrid?

Sedangkan Zidane biasanya menerapkan kombinasi taktik saat bertahan. Beberapa pemain diperintahkan untuk segera menekan lawannya saat mereka menguasai bola, namun pemain lain segera kembali ke posisi bertahan. Dengan cara ini, Allegri punya banyak alternatif jika musim depan berhadapan dengan Real Madrid.

Casemiro, Federico Valverde, dan Sergio Ramos mungkin harus terbiasa jika Allegri berkeras pada aturan zonal marking karena ketiganya terbiasa langsung menekan lawan, bahkan melakukan pelanggaran jika perlu, saat lawan melakukan serangan balik cepat.



.