Jose Mourinho mengkritik keputusan Gareth Southgate yang mengangkat Bukayo Saka sebagai penendang penalti | Berita Sepak Bola 2021 OkeGoal.Com – OkeGoal

OkeGoal –

London – Timnas Inggris kalah dari Italia pada laga pamungkas Euro 2020 yang digelar di Stadion Wembley, London, Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Pada laga final ini, Inggris kalah dengan skor 2-3 lewat adu penalti setelah pertandingan 120 menit kedua tim masih berbagi poin yang sama 1-1.

Inggris membuka skor lebih dulu lewat gol cepat yang dicetak Luke Shaw di menit ke-2.

Italia baru bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-67 lewat gol Leonardo Bonucci.

Dalam adu penalti, dua eksekutor penalti senior Inggris, Harry Kane dan Harry Maguire, berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor.

Namun, tiga pemain muda The Three Lions, yakni Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka, gagal menjalankan tugas tersebut.

Bukayo Saka sendiri dalam adu penalti maju sebagai penendang kelima timnas Inggris. Namun sayang, sepakan Bukayo Saka digagalkan kiper Italia, Gianluigi Donnarumma.

Terkait hasil ini, pelatih AS Roma Jose Mourinho mengkritik pelatih Inggris, Gareth Southgate, yang menunjuk Bukayo Saka sebagai penendang penalti kelima di laga pamungkas.

“Saya tidak bisa berhenti memikirkan keputusan mengenai pengambil penalti (Inggris),” kata Jose Mourinho.

Menurut mantan pelatih Tottenham Hotspur itu, Bukayo Saka masih sangat muda untuk mendapat tekanan berat, sementara sang pemain juga masih belum berpengalaman.

“Saya rasa tidak tepat menjadikan Saka sebagai penendang terakhir. Sangat sulit bagi seorang anak laki-laki untuk memikul beban yang begitu berat, dan saya benar-benar merasa kasihan padanya,” kata Mourinho.

Mourinho pun mempertanyakan mengapa Southgate tidak memilih pemain Inggris lainnya yang lebih senior, seperti Raheem Sterling, Luke Shaw, hingga John Stones.

“Dalam situasi seperti itu di mana Raheem Sterling, di mana John Stones dan di mana Luke Shaw? Mereka seharusnya mengambil penalti,” katanya.



.