Ceferin Spray Perez Terkait ESL | Berita Sepak Bola 2021 OkeGoal.Com – OkeGoal

OkeGoal –

Perang pemanasan sedang berkecamuk di antara keduanya Aleksander Ceferin sebagai presiden UEFA dengan presiden Real Madrid, Florentino Perez. Dan bisa ditebak masalahnya terkait dengan masa depan Liga Super Eropa yang berakhir buruk.

Perez sendiri dikenal sebagai penggagas Liga Super Eropa. Ia pernah mengutarakan kritik dan rencana membentuk laga Liga Champions yang dirasa tidak pantas. Situasi memanas pada akhir pekan lalu. Ketika 12 klub dikabarkan setuju untuk ambil bagian di Liga Super Eropa, satu per satu mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam acara kontroversial tersebut.

Namun, setelah mendapat protes dan hinaan dari sana-sini, enam klub asal Inggris itu menarik kembali keputusannya mengikuti ESL. Saat ini ESL hanya memiliki enam peserta, salah satunya adalah klub besutan Perez yang masih bertekad menggelar ajang tersebut.

Baca juga: Bagaimana Real Madrid bisa kebal dari hukuman UEFA?

Ceferin Pemutihan Kritis

Hingga saat ini, Perez masih yakin Liga Super Eropa masih bisa digelar dengan cepat. Lagipula, enam klub Inggris yang telah memastikan diri keluar dari pertunjukan belum membayar denda dalam kontrak mereka.

Namun, bagi Ceferin, dia sudah berada di atas angin. Pria asal Slovenia itu yakin proyek Liga Super Eropa tidak akan dilanjutkan dan melontarkan kritik brutal kepada Perez.

“Perez adalah presiden Liga Super yang tidak nyata, dan saat ini dia adalah presiden dari sesuatu yang tidak ada,” kata Ceferin. Pop TV.

“Untuk waktu yang lama, saya tahu dengan jelas bahwa dia tidak menginginkan presiden UEFA seperti saya. Ini justru membuat saya semakin percaya diri untuk bertahan, ”sambungnya.

Ceferin bisa memprediksi bahwa Liga Super Eropa tidak akan bertahan lama. Apalagi setelah para petinggi dari berbagai negara berkomentar tentang hal itu.

“Sepak bola bisa memicu banyak gerakan sosial dan saya yakin itu akan terjadi di Inggris,” tambah Ceferin, yang menjabat sebagai presiden UEFA sejak 2016.

“Setelah reaksi dari [Perdana Menteri Inggris] Boris Johnson, [Presiden Prancis] Emmanuel Macron dan [Perdana Menteri Hungaria] Viktor Orban, juga Komisi Eropa, saya tahu proyek ini akan cepat selesai, ”pungkasnya.

Banyak gelombang protes tidak hanya sekedar kata-kata. Sejumlah suporter di Inggris turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi di markas klub. Gelombang protes bahkan berlanjut hingga hari ini.



.