Bos PSIS meragukan Liga 1 berlanjut pasca berlakunya PSBB Jawa-Bali – OkeGoal

OkeGoal –

Keraguan Yoyok muncul setelah pemerintah berencana mengambil langkah untuk membatasi aktivitas masyarakat di Jawa dan Bali. Program ini berlaku mulai 11-25 Januari 2021.

Dijelaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Panitia Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, pembatasan kegiatan kali ini ditujukan untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Pemerintah melihat beberapa hal yang perlu dilakukan untuk membatasi aktivitas masyarakat,” kata Airlangga.

“Harapannya penularan Covid-19 bisa dicegah atau dikurangi seminimal mungkin,” ujarnya.

Sementara dari sisi PSIS, dengan adanya program ini, kemungkinan Liga 1 tidak bisa dilanjutkan lebih besar lagi. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.

“Jujur saja kalau melihat aturan PSBB yang akan diberlakukan mulai Senin itu sepertinya sulit ya, Liga 1 sudah kembali ke jalurnya,” kata Yoyok seperti dikutip OkeGoal.com dari Tribun Jawa Tengah.

Yoyok menjelaskan, jika PSBB dilaksanakan di wilayah Jawa dan Bali, akan semakin mempersulit persiapan klub. Seperti diketahui, klub Liga 1 sebagian besar berasal dari Jawa dan Bali.

Karena itu, Yoyok berharap persaingan tidak perlu terus dipaksakan. Yoyok ingin PSSI dan PT LIB segera mengambil keputusan.

Semuanya dilakukan agar klub bisa mendapat kepastian. Sehingga klub bisa menentukan rencana apa yang akan dilakukan untuk kedepannya.

“Bijaksana saja, jangan coba-coba memaksakannya,” kata Yoyok.

“Sayang klub jika ini terus berlanjut,” ucapnya.

.