πŸŽ₯ Gol terobosan Seedorf merupakan ledakan dari masa lalu!

Kualitas yang muncul dari akademi Ajax di tahun 1990-an sangat dipuja, dan salah satu momen menentukan dalam periode itu terjadi pada 28 Maret 1993.

Clarence Seedorf sudah mulai membuat kesan dengan tim Louis van Gaal tetapi gol tandangnya di Vitesse Arnhem membuat publik lebih luas sadar akan kemampuannya.

if (typeof (jQuery) == “function”) {(function ($) {$. fn.fitVids = function () {}}) (jQuery)}; jwplayer (‘jwplayer_bJ3CCgMC_5oNpOZgB_div’). setup ({“playlist”: “https: / / content.jwplatform.com / feeds /bJ3CCgMC.json”, “ph”: 2});

Sang gelandang masuk sebagai pemain pengganti di babak pertama dengan tim Amsterdam tertinggal 2-0 di Nieuw Monnikenhuize.

Pada menit ke-67, Seedorf melakukan umpan dinding yang bagus sebelum melepaskan tendangan keras yang keras melewati Raymond van der Gouw dengan kaki datar di jaring Vitesse.

Mengurangi defisit Ajax hingga separuhnya, remaja itu juga mencatatkan namanya ke dalam buku rekor sebagai pencetak gol termuda klub saat itu di usia yang baru 16 tahun 361 hari.

Striker internasional Swedia Stefan Pettersson akan melakukan serangan mati untuk menyelamatkan satu poin bagi tim tamu.

Seedorf akan berusia 17 tahun lima hari kemudian, sebelum menikmati karir luar biasa yang membuatnya mengangkat empat Liga Champions dengan tiga klub berbeda.

Pensiunan berusia 44 tahun itu tentu saja memulai seperti yang ia maksudkan 28 tahun yang lalu!